Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 April 2015

Wahai Wanita, Islam Memuliakanmu

Pelecehan seksual dan pemerkosaan kerap mendera kaum wanita. Anehnya, banyak di antara mereka malah memberi peluang untuk dilecehkan bahkan diperkosa. Atas nama emansipasi mereka menuntut peluang besar untuk berkiprah di ranah publik. Ditambah busana mereka yang jauh dari syar’i bahkan terkesan seksi. Tak merasa bersalah menggunakan rok mini. Dalihnya, ini hak asasi.
Di sisi lain, banyak kaum wanita yang harus bekerja keras mencari nafkah. Mereka harus ikut bertanggung jawab atas beban ekonomi keluarga Wanita diopinikan agar bekerja untuk bisa mengatasi kemiskinan keluarganya. Wanita dijadikan aset untuk memutar roda perekonomian. Demikianlah nasib wanita dalam sistem kapitalis. Tenaganya diperas untuk mengatasi kemiskinan dirinya, keluarganya, bahkan dunia. Kaum wanita memang tertindas oleh sistem liberal-kapitalis.

Kaum Feminis Liberal Mengkriminalisasi Syariah

Untuk ke sekian kalinya, kaum feminis dan liberal melancarkan tudingan terhadap syariah Islam. Syariah Islam dianggap mendiskriminasi perempuan. Tudingan kembali muncul awal tahun 2015. Kali ini datang dari Raihan Diani. Ia adalah aktivis mantan Ketua Organisasi Perempuan Aceh Demokratik (ORPAD). Diani menuduh hukum syariah yang ditegakkan di Aceh acapkali menghasilkan diskriminasi bagi perempuan Aceh. Tuduhan itu di sampaikan dalam sebuah diskusi di Jakarta bertema, ”Syariah Islam di Aceh dan Kesejahteraan Perempuan” di Bakoel CafĂ©, Cikini. Diani juga menandaskan, “Hukum syariah di Aceh tidak menyejahterakan rakyat Aceh. Banyak warga main hakim sendiri yang mengatasnamakan syariah.” (Hidayatullah.com dan the Citizen Daily).
Berbicara tentang isu Aceh dan tudingan terhadap perda atau qanun syariahnya, terutama yang menyangkut isu perempuan, memang seakan tak ada hentinya. Setiap ada isu miring soal penerapan perda syariah di Aceh, serta-merta kalangan media liberal dalam dan luar negeri berkolaborasi dengan kelompok feminis mempublikasikannya, tentu dengan sudut pandang anti Islam.

ISLAM MEMULIAKAN PEREMPUAN

Kapitalisme mencengkeram kehidupan manusia di segala penjuru arah dan di segala lini kehidupan dewasa ini. Khususnya wanita, dalam sistem kapitalis ini, mau tidak mau harus tunduk pada kapitalis. Wanita dipaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarganya.Wanita dieksploitasi dengan murah meriah, bekerja dengan gaji rendah. Pekerjaan laki-laki juga kadang digantikan oleh wanita. Wanita dituntut menjadi tangguh seperti menjadi tukang parkir, satpam, penambal ban, kuli bangunan dan sebagainya. Bahkan untuk sebuah iklan komersial di dalamnya juga ada eksploitasi wanita seksi. Wanita dalam kapitalis kerap sekali menjadi sasaran empuk kriminalitas, dibunuh, dimutilasi, diperkosa dan dilecehkan.
Wanita Indonesia diekspor oleh negara menjadi pahlawan devisa. Padahal sesampai di negara tujuan mereka banyak bernasib malang karena tidak dilengkapi dengan skil dan pengetahuan. Mereka menjadi bulan-bulan majikan bahkan ada yang dibunuh. Mereka pun harus mengabaikan anak dan suami mereka.